Minggu, 06 November 2016

BAB II TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM

PENGEMBANGAN SISTEM
Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
1.     Alasan perlu dilakukannya pengembangan system
1.      Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di system yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
·         Ketidakberesan sistem yang lama
Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
·         Pertumbuhan organisasi
Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.

2.      Untuk meraih kesempatan-kesempatan
Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatankesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.
3.      Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah.

2.     Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Siklus hidup pengembangan sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai system informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi.
Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase, yaitu :
a.       Perencanaan system
b.      Analisis system
c.       Perancangan sistem secara umum / konseptual
d.      Evaluasi dan seleksi system
e.       Perancangan sistem secara detail
f.       Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi system
g.      Pemeliharaan / Perawatan Sistem

siklus.jpg
a.      Fase Perencanaan Sistem
Dalam fase perencanaan sistem :
·         Dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan system informasi baru yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuuhan pemakai informasi.
·         Proyek sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan.
·         Sumber  daya  baru  direncanakan  untuk,  dan  dana  disediakan  untuk mendukung pengembangan sistem.
Selama fase perencanaan sistem, dipertimbangkan :
·         faktor-faktor  kelayakan (feasibility  factors)  yang  berkaitan  dengan kemungkinan  berhasilnya  sistem  informasi  yang  dikembangkan  dan digunakan.
·         faktor-faktor  strategis (strategic  factors)  yang  berkaitan  dengan pendukung sistem informasi dari sasaran bisnis dipertimbangkan untuk setiap proyek yang diusulkan. Nilai-nilai yang dihasilkan dievaluasi untuk menentukan  proyek  sistem  mana  yang  akan  menerima  prioritas  yang tertinggi.

b.      Fase Analisis Sistem
Dalam fase ini :
·         Dilakukan  proses  penilaian,  identifikasi  dan  evaluasi  komponen  dan hubungan timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem; definisi masalah, tujuan, kebutuhan,  prioritas  dan  kendala-kendala  sistem; ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.
·         Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis system.
·         Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu tim proyek sistem dan memulai fase analisis system.
·         Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alas an untuk mengembangkan suatu sistem baru.
·         Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional system mewawancarai  calon  pemakai  dan  bekerja  dengan  pemakai  yang bersangkutan  untuk  mencari  penyelesaian  masalah  dan  menentukan kebutuhan pemakai.
·         Beberapa  aspek  sistem  yang  sedang  dikembangkan  mungkin  tidak diketahui  secara  penuh  pada  fase  ini,  jadi  asumsi  kritis  dibuat  untuk memungkinkan berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem.
·         Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan   sampai semua peserta setuju.

c.       Fase Perancangan Sistem secara Umum/Konseptual
Arti Perancangan Sistem
-       Tahap setelah analisis dari Siklus Hidup Pengembangan Sistem
-       Pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional
-       Persiapan untuk rancang bangun implementasi
-       Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
-       Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan  dari  beberapa  elemen  yang  terpisah  ke  dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi
-       Termasuk menyangkut mengkonfirmasikan
Tujuan Perancangan Sistem
-       Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai system
-       Untuk  memberikan  gambaran  yang  jelas  dan  rancang  bangun  yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat
Sasaran Perancangan Sistem
-       Harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan
-       Harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
-       Harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh computer.
-       Harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci   untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi, simpanan   data,   metode-metode,   prosedur-prosedur,   orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern.
Dalam fase ini :
·         dibentuk  alternatif-alternatif  perancangan  konseptual  untuk  pandangan pemakai. Alternatif ini merupakan perluasan kebutuhan pemakai. Alternatif perancangan  konseptual  memungkinkan  manajer  dan  pemakai  untuk memilih rancangan terbaik yang cocok untuk kebutuhan mereka.
·         pada  fase  ini  analis  sistem  mulai  merancang  proses  dengan  mengidentifikasikan  laporan-laporan  dan  output  yang  akan  dihasilkan  oleh sistem yang diusulkan. Data masing-masing laporan ditentukan. Biasanya, perancang  sistem  membuat  sketsa  form  atau  tampilan  yang  mereka harapkan bila  sistem telah selesai dibentuk. Sketsa ini dilakukan pada kertas atau pada tampilan komputer.
·         Jadi,  perancangan  sistem  secara  umum  berarti  untuk  menerangkan secara  luas  bagaimana  setiap  komponen  perancangan  sistem  tentang output,  input,  proses,  kendali,  database  dan  teknologi  akan  dirancang. Perancangan sistem ini juga menerangkan data yang akan dimasukkan, dihitung atau disimpan. Perancang sistem memilih struktur file dan alat penyimpanan seperti disket, pita magnetik, disk magnetik atau bahkan file-file  dokumen.  Prosedur-prosedur  yang  ditulis  menjelaskan  bagaimana data diproses untuk menghasilkan output.

d.      Fase Evaluasi dan Seleksi Sistem
Akhir fase perancangan sistem secara umum menyediakan point utama untuk
keputusan investasi. Oleh sebab itu dalam fase evaluasi dan seleksi sistem ini
nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem
dinilai  secara  hati-hati  dan  diuraikan  dalam  laporan  evaluasi  dan  seleksi
sistem.
Jika tak satupun altenatif perancangan konseptual yang dihasilkan pada fase
perancangan sistem secara umum terbukti dapat dibenarkan, maka semua
altenatif  akan  dibuang.  Biasanya,  beberapa  alternatif  harus  terbukti  dapat
dibenarkan, dan salah satunya dengan nilai tertinggi dipilih untuk pekerjaan
akhir. Bila satu alternatif perancangan sudah dipilih, maka akan dibuatkan
rekomendasi  untuk  sistem  ini  dan  dibuatkan  jadwal  untuk  perancangan
detailnya.

e.       Fase Perancangan Sistem   secara Detail/Fungsional
Fase  perancangan  sistem  secara  detail  menyediakan  spesifikasi  untuk perancangan secara konseptual. Pada fase ini semua komponen dirancang dan dijelaskan secara detail.
Perencanaan output (layout) dirancang untuk semua layar, form-form tertentu dan laporan-laporan yang dicetak. Semua output direview dan disetujui oleh pemakai dan  didokumentasikan.  Semua  input  ditentukan  dan  format input baik untuk layar dan form-form biasa direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan.
Berdasarkan perancangan output dan input, proses-proses dirancang untuk
mengubah input menjadi output. Transaksi-transaksi dicatat dan dimasukkan
secara  online  atau  batch.  Macam-macam  model  dikembangkan  untuk mengubah  data  menjadi  informasi.  Prosedur  ditulis  untuk  membimbing pemakai dan pesonel operasi agar dapat bekerja dengan sistem yang sedang dikembangkan.
Database dirancang untuk menyimpan dan mengakses data. Kendali-kendali yang dibutuhkan untuk melindungi sistem baru dari macam-macam ancaman dan  error  ditentukan.  Pada  beberapa  proyek  sistem,  teknologi  baru  dan berbeda dibutuhkan untuk merancang kemampuan tambahan macam-macam komputer, peralatan dan jaringan telekomunikasi.
Pada  akhir  fase  ini,  laporan  rancangan  sistem  secara  detail  dihasilkan. Laporan ini mungkin berisi beribu-ribu dokumen dengan semua spesifikasi untuk  masing-masing  rancangan  sistem  yang  terintegrasi  menjadi  satu kesatuan.  Laporan  ini  dapat  juga  dijadikan  sebagai  buku  pedoman  yang lengkap  untuk  merancang,  membuat  kode  dan  menguji  sistem;  instalasi peralatan; pelatihan; dan tugas-tugas implementasi lainnya.
Meskipun sejumlah orang telah me-review dan menyetujui setiap komponen rancangan  sistem,  review  terhadap  rancangan  sistem  secara  detail  harus dilakukan kembali secara menyeluruh dan lengkap oleh pemakai sistem dan personel  manajemen,  sedangkan  profesional  sistem  mungkin  tidak  terlibat dalam kegiatan ini.
Tujuan dilakukannya review secara menyeluruh ini adalah untuk menemukan error dan kekurangan rancangan sebelum implementasi dimulai. Jika error dan kekurangan atau sesuatu yang hilang ditemukan sebelum implementasi sistem, sumber daya yang bernilai dapat diselamatkan dan kesalahan yang tidak diinginkan terhindari. Setelah semua review secara menyeluruh selesai dilaksanakan, perubahan-perubahan dibuat dan pemakai dan manajer sistem menandatangani laporan perancangan secara detail.

f.       Fase Implementasi Sistem dan Pemeliharaan Sistem
Pada fase ini :
·         sistem siap untuk dibuat dan diinstalasi.
·         Sejumlah tugas harus dikoordinasi dan dilaksanakan untuk implementasi sistem baru.
·         laporan implementasi yang dibuat pada fase ini ada dua bagian, yaitu
-     rencana implementasi dalam bentuk Gantt Chart atau Program and Evaluation Review Technique (PERT) Chart dan penjadwalan  proyek
-     teknik  manajemen.  Bagian  kedua  adalah laporan  yang  menerangkan  tugas  penting  untuk  melaksanakan implementasi sistem, seperti :
o     pengembangan perangkat lunak
o     Persiapan lokasi peletakkan system
o     Instalasi peralatan yang digunakan
o     Pengujian Sistem
o     Pelatihan untuk para pemakai system
o     Persiapan dokumentasi

3.     Metodologi Pengembangan Sistem, Kelebihan dan Kekurangannya
1.      Metode System Development Life Cycle (SLDC)
Metode ini adalah metode pengembangan sistem informasi yang pertama kali digunakan makanya disebut dengan metode tradisional. Metode ini prototype Adalah tahap-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programer dalam membangun sistem informasi.
Kelebihan dan Kekurangan
·         Kelebihan
o   Mudah diaplikasikan.
o   Memberikan template tentang metode analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan.
·         Kekurangan
o   Jarang sekali proyek riil mengikuti aliran sekuensial yang dianjurkan model karena model ini bisa melakukan itersi tidak langsung.
o   Pelanggan sulit untuk menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga sulit untuk megakomodasi ketidakpastian pada saat awal proyek.
o   Pelanggan harus bersikap sabar karena harus menunggu sampai akhir proyek dilalui. Sebuah kesalahan jika tidak diketahui dari awal akan menjadi masalah besar karena harus mengulang dari awal.
o   Pengembang sering malakukan penundaan yang tidak perlu karena anggota tim proyek harus menunggu tim lain untuk melengkapi tugas karena memiliki ketergantungan hal ini menyebabkan penggunaan waktu tidak efesien.
2.      Metode WATERFALL
Sering juga disebut model Sequential Linier. Metode pengembangan sistem yang paling tua dan paling sederhana. Cocok untuk pengembangan perangkat lunak dengan spesifikasi yang tidak berubah-ubah. Model ini menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sequential atau terurut dimulai dari analisa, desain, pengkodean, pengujian dan tahap pendukung.
 Kelebihan dan Kekurangan Metode Waterfall
·         Kelebihan
o   Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu.
o   Dokumen pengembangan sistem sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya. Jadi setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.
·         Kekurangan
o   Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat dilakukan secara berulang sebelum terjadinya suatu produk.
o   Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak awal pengembangan.
o   Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga tidak dapat mengakomodasi ketidakpastian pada saat awal pengembangan.
3.      Metode Prototyping
Prototyping adalah proses iterative dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara user dan analis. Prototype juga bisa dibangun melalui beberapa tool pengembangan untuk menyederhanakan proses.
Kelebihan dan Kekurangan
·         Kelebihan
o   Prototype melibatkan user dalam analisa dan desain.
o   Punya kemampuan menangkap requirement secara konkret.
o   Digunakan untuk memperluas SDLC.
·         Kekurangan
o   Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
o   Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah.
o   Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan.
o   Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah dan cepat selesai.
4.      Metode RAD (Rapid Application Development)
RAD adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur. RAD menggunakan metode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem informasiselain itu RAD menekankan siklus perkembangan dalam waktu yang singkat (60 sampai 90 hari) dengan pendekatan konstruksi berbasis komponen.
Kelebihan dan Kekurangan
·         Kelebihan
o   RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada (reusable object).
o   Setiap fungsi dapat dimodulkan dalam waktu tertentu dan dapat dibicarakan oleh tim RAD yang terpisah dan kemudian diintegrasikan sehingga waktunya lebih efesien.
·         Kekurangan
o   Tidak cocok untuk proyek skala besar
o   Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi.
o   Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini.
o   Resiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini
5.      Metode Spiral
Model spiral pada awalnya diusulkan oleh Boehm, adalah model proses perangkat lunak evolusioner yang merangkai sifat iteratif dari prototype dengan cara kontrol dan aspek sistematis model sequensial linier. Model iteratif ditandai dengan tingkah laku yang memungkinkan pengembang mengembangkan versi perangkat lunak yang lebih lengkap secara bertahap.
Kelebihan dan Kekurangan
·         Kelebihan
o   Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak komputer.
o   Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
o    Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses
o   Menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiap keadaan di dalam evolusi produk.
o   Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan memasukkannya ke dalam kerangka kerja iterative.
o   Membutuhkan pertimbangan langsung terhadp resiko teknis sehingga mengurangi resiko sebelum menjadi permaslahan yang serius.
·         Kekurangan
o   Sulit untuk menyakinkan pelanggan bahwa pendekatan evolusioner ini bisa dikontrol.
o   Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yang serius jika resiko mayor tidak ditemukan dan diatur.
o   Butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma ini menuju kepastian yang absolute
6.      Object Oriented Technology
Object Oriented Technology merupakan cara pengembangan perangkat lunak berdasarkan abstraksi objek-objek yang ada di dunia nyata. Dasar pembuatan adalah Objek, yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas. Filosofi Object Oriented sangat luar biasa sepanjang siklus pengenbangan perangkat lunak (perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi) sehingga dapat diterapkan pada perancangan sistem secara umum: menyangkut perangkat lunak, perangkat keras dan system secara keseluruhan.
 Kelebihan dan Kekurangan Object Oriented Technology
·         Kelebihan
o   Uniformity, OMT memungkinkan merancangn user interface secara terintegrasi bersama dengan perancangan perangkat lunak sekaligus dengan perancangan basis data.
o   Understandability, Kode-kode yang dihasilkan dapat diorganisasi ke dalam kelas-kels yang berhubungan dengan masalah sesungguhnya sehingga lebih mudah dipahami.
o   Stability, Kode program yang dihasilkan relatif stabil sebab mendekati permasalahn sesungguhnya dilapangan.
o    Reusability, Dimungkinkan penggunaan kembali kode-kode sehingga akan mempercepat waktu pengembangan perangkat lunak.
·         Kelemahan
Metode berorientasi objek merupakan konsep yang relatif baru sehingga belum ada standar yang diterima semua pihak dalam menentukan tool apa yang digunakan sebagai dasar analisi serat perancangan perangkat lunak.
7.      Metode End-user Development
Disini pengembangan dilakukan langsung oleh end-user. Keterlibatan langsung end-user sangat menguntungkan, karena memahami benar bagaimana sistem bekerja. Artinya tahap analisis sistem dapat dilakukan lebih cepat. Kelemahan adalah pada pengendalian mutu dan kecenderungan tumbuhnya “private”sistem informasi. Integrasi dengan sistem yang lain menjadi sulit.
Kelebihan dan Kekurangan
·         Kelebihan
o   Dapat menghindari permasalahan kemacetan di departemen sistem informasi.
o   Kebutuhan pemakai sistem dapat lebih terpenuhi karena dapat dikembangkan sendiri oleh pemakai.
o   Menambah atau meningkatkan partisifasi aktif pemakai dalam proses pengembangan sistemnya sehingga akan ada kepuasan sendiri dari pemakai sistem.
o   Dapat menambah kualitas pemahaman pemakai terhadap aplikasi yang dikembangkan serta teknollogi yang digunakan dalam sistem.
·         Kekurangan
o   Karena pemakai sistem harus mengembangkan aplikasinya sendiri, maka dalam hal ini pemakai sekaligus pengembang sistem dituntut untuk memiliki pemahaman mengenai teknologi informasi (computer literacy) serta pemahaman tentang pengembangan sistem infomasi.
o   End user computing memiliki resiko dapat menggangu bahkan merusak system informasi di luar yang dikembangkan oleh pemakai sistem.
o   End user computing pasti akan berhadapan dengan maslah kemampuan teknis pemakai sekaligus pengembang sistem.

4.     Pendekatan Pengembangan Sistem
A.      Dipandang dari metodologi yang digunakan :
a.       Pendekatan Klasik (Clasical approach Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
1.       Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
2.       Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal.
3.       Kemungkinan kesalahan sistem besar.
4.       Keberhasilan sistem kurang terjamin.
5.       Masalah dalam penerapan system.
b.      Pendekatan Terstruktur (structured approach)
Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.
B.      Dipandang dari sasaran yang dicapai :
a.       Pendekatan Sepotong (piecerneal approach)
b.      Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
c.       Pendekatan Sistem (systems approach)
d.      Pendekatan yg menekankan pada system informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi.
C.      Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
a.       Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach)
b.      Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
c.       Pendekatan Atas Turun
Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis).
D.      Dipandang dari cara mengembangkannya:
a.       Pendekatan Sistem menyeluruh
Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
(merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
b.      Pendekatan Moduler
Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur ).
E.       Dipandang dari teknologi yg digunakan :
a.       Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
b.      Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

5.     Alat dan Teknik Pengembangan Sistem
1.         Alat-alat  pengembangan  sistem  yang  berbentuk  grafik  diantaranya adalah :
a.       HIPO diagram
b.      Data flow diagram
c.       Structured chart
d.      SADT diagram
e.       Warnier / Orr diagram
f.       Jackson’s diagram
Beberapa  alat  berbentuk  grafik  yang  sifatnya  umum,  yaitu  dapat digunakan disemua metodologi yang ada. Alat-alat ini berupa suatu bagan, diantaranya :
1.      Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting) :
a.       Bagan alir sistem (System Flowchart)
b.      Bagan alir program (Program Flowchart)
-      Bagan alir logika program (Program logic Flowchart)
-      Bagan alir program komputer (Detailed computer program Flowchart)
c.       Bagan alir kerta kerja (Paperwork Flowchart) atau disebut juga Bagan alir formulir
d.      Bagan alir hubungan database (Database relationship Flowchart)
e.       Bagan alir proses (Process Flowchart)
f.       Gant chart
2.      Bagan untuk menggambarkan tata letak (Layout charting)
3.      Bagan  untuk  menggmbarkan  hubungan  personil  (Personal  relationship charting) :
a.       Bagan distribusi kerja (Working distribution chart)
b.      Bagan organisasi (Organization chart)
2.         Teknik yang digunakan untuk pengembangan sistem diantaranya :
1.      Teknik manajemen proyek, yaitu CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique). Teknik ini digunakan untuk penjadwalan proyek.
2.      Teknik untuk menemukan fakta (Fact finding technique), yaitu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta-fakta dalam  kegiatan  mempelajari  sistem  yang  ada.  Teknik  ini  diantaranya adalah:
o   Wawancara (Interview)
o   Persiapan yang dilakukan:
-       buat janji pertemuan
-       pastikan orang yang akan diwawancarai
-       pokok permasalahan
o   Pada saat wawancara yang perlu diperhatikan :
-       Siapa yang akan diwawancarai
-       Pokok permasalahan
-       Tanggapan
-       Kapan akan bertemu kembali
o   Observasi (Observation)
o   Daftar pertanyaan (Questionaires)
o   Pengumpulan Sampel (Sampling)
3.      Teknik analisis biaya/manfaat (Cost Effectiveness Analysis atau Cost Benefit Analysis) adalah suatu teknik yang digunakan untuk menghitung biaya yang berhubungan  dengan  pengembangan  sistem  informasi seperti ;
·         biaya pengadaan
·         biaya persiapan
·         biaya proyek
·         biaya operasi
serta manfaat yang didapat dari sistem informasi seperti ;
·         manfaat mengurangi biaya
·         manfaat mengurangi kesalahan
·         manfaat meningkatkan kecepatan aktivitas
·         manfaat meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen
4.      Teknik untuk menjalankan rapat
Tujuan dari rapat dalam pengembangan sistem diantaranya adalah untuk ;
·         mendefinisikan masalah
·         mengumpulkan ide-ide
·         memecahkan permasalahan-permasalahan
·         menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi
·         menganalisis kemajuan proyek
·         mengumpulkan data atau fakta
·         perundingan-perundingan
Tahapan pelaksanaan kegiatan ;
·         merencanakan rapat
·         menjalankan rapat
·         menindaklanjuti hasil rapat
5.      Teknik Inspeksi / Walkthrough

Proses dari analisis dan desain sistem harus diawasi. Pengawasan ini dapat  dilakukan  dengan  cara  memverifikasi  hasil  dari  setiap  tahap pengembangan  sistem.  Verifikasi     hasil  kerja  secara  formal  disebut dengan  Inspeksi       (inspection)  sedangkan  yang  tidak  formal  disebut Walkthrough.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Translate